The Best Will Be...

Keberhasilan adalah tantangan yang baru saja dimulai...

Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Search

Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Islamic Center Wina / Vienna Islamic Centre / Islamisches Zentrum Wien (foto darisirman.net)

          Masjid inilah yang telah lebih dari 30 tahun menjadi pusat studi, kajian, serta perkembangan Islam di Austria. Hal yang menarik bahwa di negara sosialis Eropa Barat ini kebebasan beragama cukup terjamin. Persoalan keagamaan mendapat perhatian serius, sebagai contoh bahwa pelajaran keagamaan diajarkan di sekolah pemerintah, termasuk pelajaran agama Islam yang diajarkan oleh guru keturunan Turki. Di negara ini, Islam adalah agama ketiga terbesar dengan presentase 4,2 % yang berjumlah sekitar 344, 391 orang setelah agama Katolik dan Protestant.

          Membangun masjid bukan persoalan di negeri anggur ini. Paling tidak terdapat 8-9 masjid menghiasi kota Wina. Yang paling megah dan menjadi sentral kegiatan keislaman disini adalah Masjid Islamic Center Vienna. Masjid ini merupakan masjid yang paling representatif karena bentuk tampilan bangunannya adalah masjid, tidak seperti masjid-masjid yang lain yang tampak dari luar hanya berupa bangunan apartemen yang didesain untuk kegiatan beribadah. Di kota Wina juga terdapat Masjid As-Salam Wapena yang didirikan oleh muslim Indonesia di kota Wina.

Sejarah Islamic Center Wina


        Masjid Islamic Center Wina dibangun selama kurun waktu tahun 1975 hingga 1979 dengan dana sumbangan dari Raja Saudi Arabia waktu itu Faisal Bin Abdul Aziz, dibangun diatas lahan yang dibeli dari dana yang berasal dari 8 negara Islam di tahun 1968 dan mendapatkan dukungan dari pemerintah Austria. Sebagaimana ditulis pada prasasti pembangunannya disebutkan : “Vienna Islamic Centre. Pembangunan atas inisiatif beberapa kedutaan besar negara-negara Islam, terutama Yang Mulia Raja Feisal bin Abdul Azia dari Saudi Arabia. Peletakan Batu Pertama pada 28 Februari 1968. Diresmikan pada 20 November 1979 bertepatan 1 Muharram 1400 H oleh Presiden Austria, DR. R..Kirschschlager.Tinggi Menara 32 meter. Kubah 16 meter. Arsitek Ing R. Lugner.”

Arsitektur Islamic Center Wina

        Masjid Islamic Center Wina dilengkapi dengan Menara setinggi 32 meter, serta kubah masjid dibagian tengah dengan diameter 20 meter. Sebagai tambahan islamic center ini juga dilengkapi dengan fasilitas fasilitas yang baik untuk belajar dan mempraktekan ajaran Islam. Sama seperti masjid pada umumnya di Indonesia, di sana ada hamparan karpet merah untuk salat, hijab pemisah untuk jamaah wanita di bagian belakang, mihrab, dan mimbar bagi khatib. Ruangan salatnya kira-kira berukuran 100 x 200 meter. Masjid itu terbagi dalam 3 lantai. Lantai basement, lantai dasar, dan lantai atas.

Masjid Islamic Center Wina (foto dari globosapiens.net)

          Bangunan Islamic Center secara keseluruhan berdiri di atas tanah kurang lebih seluas 1 hektar. Kumandang azan dilantunkan hanya terdengar di dalam masjid saja karena tidak menggunakan pengeras suara. Masjid ini sangat ramai saat shalat Jumat. Tiap lantai penuh, jumlah orangnya sekitar 2.000 orang. Mereka datang dari dalam dan luar kota Wina untuk salat di sini. Islamic Center di Wina adalah satu-satunya tempat yang memiliki masjid relatif besar. Di kota-kota lain di Austria juga ada Islamic Center, hanya saja tidak sebesar di Wina.

Geliat Islam di Wina

        Meskipun menjadi agama ketiga, tetapi geliat dan semangat menjalankan ajaran agama Islam di Wina cukup tinggi, hal ini terlihat dari semarak dan berjubelnya warga muslim dari beragam etnis untuk menjalankan shalat tarawih, shalat jum’at dan tadarus Al-Qur’an di masjid-masjid yang cukup menampung mereka. Berbeda dengan keadaan gereja yang menghiasa seantero Wina dengan model bangunan tua nan megah justru sepi dari pengunjung dan semakin ditinggalkan oleh penganutnya. Menurut warga Austria, mereka lebih baik menjadi “Atheis” daripada terkungkung oleh aturan gereja dan pajak yang harus mereka bayar yang kadang memberatkan.

Masjid Islamic Center Wina (foto dari wikivedia)

        Masjid-masjid di Wina umumnya dibangun oleh komunitas tertentu untuk sarana beribadah dan silaturahim diantara mereka, namun tetap terbuka untuk komunitas manapun yang akan menjalankan ibadah shalat. Sebagai contoh misalnya, Masjid Telfs, Masjid Rashid yang didirikan oleh komunitas Muslim Ghana dan Nigeria, Masjid Bad Voslau dan Masjid Ridvan yang dibangun oleh komunitas muslim Turki. Demikian juga Masjid Syura yang diimami langsung oleh imam dari Palestina yang bernama Syekh Ibrami Adnani, yang biasanya dilanjutkan dengan kajian tafsir berbahasa Arab. Peserta atau jama’ah kebanyakannya warga Arab atau jama’ah yang bisa berbahasa Arab.

        Secara historis, Kebanyakan orang Muslim datang ke Austria setelah tahun 1960 sebagai “pekerja tamu” dari Turki, Bosnia dan Herzegovina serta Serbia. Ada juga mereka yang berasal dari keturunan Arab dan Pakistan. Keberadaan warga Turki muslim khususnya di Wina sangat membantu dalam hal menyediakan makanan dan minuman yang halal. Daging sapi, ayam dan kambing mudah didapatkan dari mereka. Bahkan justru pasar-pasar Turki lebih padat dikunjungi oleh mereka yang akan membeli kebutuhan makan sehari-hari daripada pasar-pasar yang dikelola oleh warga Austria. Jangan tanya tentang restoran Kebab Turki yang menjadi menu favorit warga muslim di Wina.

Masjid Islamic Center Wina (foto dari wikivedia)

        Masjid ini sendiri telah menjadi referensi bagi muallaf ketika ingin mendapatkan pemahaman Islam. Rata-rata 2 hingga 3 orang warga asli Austria setiap bulannya berkunjung ke masjid untuk mendapat pencerahan mengenai Islam. Mereka datang karena ingin memeluk Islam.

Kegiatan Ramadhan di Islamic Centre Wina

        Seperti umumnya di bulan Ramadhan, kegiatan keagamaan terlihat cukup semarak di beberapa masjid, terutama di masjid Islamic Center yang berada cukup strategis di pinggiran sungai tempat beristirahat dan berjemur orang bule di musim panas. Di masjid ini, disediakan makanan berbuka puasa dan diadakan sholat berjama’ah lima waktu, termasuk shalat tarawih dan shalat Idul Fitri yang diimami langsung oleh seorang salah Syekh dari Arab.

interior  masjid Islamic Center Wina (foto dari  VIC)

Dua Jenis sholat taraweh

        Yang unik, bahwa di masjid ini diadakan dua bentuk shalat tarawaih, di lantas atas untuk mereka yang shalat tarawih plus witir 11 rakaat dan di lantai bawah untuk mereka yang shalat tarawih plus witir 23 rakaat yang notabene dihadiri oleh mayoritas warga muslim Turki. Perbedaan shalat ini tidak menjadi pintu konflik antar beragam etnik muslim di Austria, namun justru menjadi sarana perekat dan toleran diantara mereka. Umumnya warga muslim Indonesia lebih memilih shalat di lantai atas.

Kajian Islam

        Kajian keislaman dan seminar juga kerap diadakan di masjid ini seperti kajian tentang ’I’jazul Qur’an Al-Ilmiy’ yang disampaikan secara berkala setiap pekan oleh DR. Abdullah Al-Mushlih dari Liga Muslim Dunia yang bermarkaz di Mekkah al-Mukarramah, Saudi Arabia. Demikian juga kajian ba’da tarawih tentang tafsir maupun akidah yang menggunakan bahasa Arab. Tidak ketinggalan pengislaman warga Austria diadakan di masjid ini sebagai simbol pemersatu umat muslim di Austria.

Menara Masjid Islamic center Wina mengisi langit kota Wina (Foto dari worldtravelimages 

        Selain untuk kegiatan ibadah, bangunan yang diresmikan tahun 1979 itu juga dipakai untuk kegiatan pendidikan. Setiap weekend ada semacam pengajian bagi anak-anak. Ada juga forum-forum untuk dialog serta les bahasa Arab atau Jerman.

Masjid Islamic Center Wina dan Muslim Indonesia

        Khusus untuk warga muslim Indonesia, keberadaan Masjid Islamic Center Wina memberi arti tersendiri. Masjid ini dijadikan sebagai kiblat penentuan awal dan akhir Ramadhan, demikian juga dalam konteks beribadah, kebanyakan mengacu kepada tatacara beribadah di masjid ini, baik shalat tarawih, shalat jum’at dan sebagainya.

Islamic Center Wina (foto dari multifaith)

        Setiap jum’at warga muslim Indonesia yang terdiri dari Staff KBRI, diplomat, pekerja professional dari UN, OPEC, Badan Atom International dan mahasiswa akan memadati masjid ini untuk melepas rindu dengan masjid dan bersilaturahim diantara mereka yang mungkin sukar ketemu kecuali saat bersama beribadah di masjid ini. Sungguh suatu pandangan menarik apalagi keberadaan masjid ini tepat di tepi sungai ‘Donau’ yang membentang melingkari Austria dan pusat kantor badan internasional termasuk United Nation.

        Pemeluk agama Islam komposisinya 8 persen dari total penduduk Austria yang sebanyak 5,375 juta . Jumlanya 430 ribu. Dan jumlahnya meningkat 2 kali lipat dalam jangka waktu 10 tahun. kehidupan umat Islam di Austria mudah. Pemerintah setempat memberikan kebebasan pada umat agama apapun untuk memasuki semua lini kehidupan di sana. (update1 : 29/06/2012)

Foto-foto Masjid Islamic Centre Wina

Masjid Islamic Centre Wina (foto dari panoramio)
Masjid Islamic Centre Wina (foto dari  VIC)
Masjid Islamic Centre Wina (foto dari  VIC)
Masjid Wina dalam bekunya musim salju (foto dari viennalife)
para penggermar VW kodok mengabadikan koleksi mobil mereka berlatar belakang keindahan Masjid  Vienna Islamic Centre - VIC (foto dari die-luftverkuehlten)

Sumber: http://bujangmasjid.blogspot.com/2010/09/masjid-islamic-center-wina-austria.html


Kalimat “Guru adalah orang tuamu disekolah” sudah hampir membuat telinga para siswa tuli. Kalimat ini akan selalu dilayangkan kepada siswa, khususnya mereka siswa baru. Respon yang diberikan siswa juga tidak begitu bervariasi, jika bukan “ahhhh, iya-iya” ya pasti “iya bu/pak”. Karena mereka sudah bosan dengan perkataan yang tidak akan pernah berganti ketika mereka menghadapi suatu masalah yang melibatkan peran guru didalamnya. Satu dari banyak nasihat yang dilontarkan guru kepada siswa pasti “Kamu itu disekolah untuk belajar, bukan untuk ribut dan bermasalah. Orang tuamu menitipkan kamu ke sekolah ini untuk belajar. Kami (guru-guru) yang bertanggung jawab atas dirimu disekolah”. Mau bagaimana lagi, perkataan itu adalah perkataan yang simple, akan tetapi berbobot. Kalimat ini menunjukkan bagaimana orang tua kita memberikan kepercayaan penuh kepada yang sang pahlawan, guru.
Respon yang seperti itu juga sebenarnya menimpa saya ketika awal masuk SMA, sebagai penerima beasiswa Sampoerna Foundation. Mau bagaimana lagi, sebagai seorang siswa yang tidak terlalu dekat dengan orang tua karena beberapa faktor, saya berpendapat tidak jauh dengan pendapat itu, “Iya bu, saya sudah tahu itu”. Akan tetapi, sesuatu hal telah menyihir saya untuk mengubah pendapat yang telah mendarah daging di kaula muda. Semua itu berkat sihir kecil yang diberikan seorang malaikat yang mengajak saya ke pendapat yang lebih baik. Dia adalah guru Bahasa Indonesia di SMA saya, guru yang biasanya paling dibenci siswa SMP karena selalu ada PR yang harus dikerjakan di akhir pekan. Teman-teman biasa memanggilnya Ibu Salsal atau Bu Sal.  Itu adalah panggilan akrab yang diberikan oleh teman-teman kepada Sang Pahlawan. Sepanjang sepuluh tahun saya duduk dibangku sekolah, baru sekali dan mungkin hanya disini saya menemukan guru seperti Bu Sal. Ibu guru yang baik, murah senyum, perhatian, dan cantik. Apalagi ketika itu saya baru saja menginjakkan kaki di tempat yang bernama asrama, tempat tinggal saya selama kurang lebih tiga tahun.
                Awalnya biasa, tanpa ada kejadian seperti menjatuhkan buku dan mengambilnya dengan berbarengan, Bu Sal mengajar dan saya diajar olehnya. Akan tetapi, lama-kelamaan saya merasa ada yang berbeda dengan sekolah ini, dengan guru-guru disini. Tidak terlalu lama saya tertidur dengan pikiran yang menghantui saya, saya pun segera tersadar bahwa sekolah ini memang memiliki sinar pencerahan dan malaikat didalamnya. Disekolah ini ternyata saya tidak hanya belajar mengenai akademik atau non-akademik disekolah saja melainkan diasrama juga. Bu Sal menjadi salah satu guru yang tinggal diasrama untuk mendidik para siswa tentang kehidupan, tentang permasalahan sosial, permasalahan pribadi, serta tentang kehidupan bermasyarakat.
                “Yaaaahhh, Bindo (Bahasa Indonesia) lagi Bindo lagi. Bolos aja, yuk!” begitulah pendapat teman-teman SMP saya ketika pelajaran Bahasa Indonesia akan segera dimulai. Wajar saja, karena guru yang mengajar itu adalah guru senior yang notabenenya pasti jelek didepan siswa. Metodenya dalam mengajar simple, hanya masuk dan siswa mengerjakan tugas. Jika tidak, siswa disuruh membaca dan meringkas materi yang diajarkan pada waktu itu serta mengerjakan tugas yang diberikan pada waktu itu juga. Ketika saya bertemu Bu Sal, saya langsung tersihir dengan metodenya mengajar yang santai tapi pasti. Dia masuk dengan membawa proyektor ditangan kanannya, laptop serta alat tulis didalam tasnya sambil tersenyum dan berkata, “Haaaaiiiii, selamat pagi-selamat pagi! Apa kabar, anak-anakku?” Secara serentak siswa-siswa menjawab, “Haaaaaaiiii Ibuuuu, baik buuuu”, dan salah satu siswa akan memberikan pertanyaan balik ke Bu Sal, “Ibu apa kabar, bu? Ibu makin cantik aja” sambil tersenyum senang. Sambutan awal yang hangat untuk memulai pelajaran.
                Kurikulum yang ada disekolah saya ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum yang ada disekolah-sekolah pada umumnya. Hanya saja, sekolah saya mempunyai dua kurikulum yang diterapkan secara bersamaan, yaitu kurikulum nasional, KTSP, dan kurikulum internasional, IGCSE, dan dimulai dari pukul tujuh hingga pukul ssetengah enam sore dan dilanjutkan lagi dengan belajar mandiri dimulai pukul delapan malam hingga pukul setengah sepuluh malam. Keprofesionalitasan guru-guru serta staf sekolah saya sangatlah patut ditiru oleh guru-guru lainnya. Mereka mengajar dengan sungguh-sungguh hingga tetes keringat mereka mengalir seperti sungai kebahagiaan. Seperti halnya Ibu Salsal, ia mengajar dengan metode yang sangat berbeda dibandingkan dengan guru pada umumnya. Ibu Salsal mengajar dengan santai dan ia memahami keadaan siswa-siswanya. Ada kalanya siswa merasa jenuh dengan pelajaran yang ada, bukan karena mereka tidak ada kemauan belajar, tetapi karena terkadang otak para siswa telah jenuh dengan pelajaran-pelajaran yang telah mereka dapatkan sebelumnya. Pada keadaan seperti itu, Ibu Salsal memutarkan beberapa video yang mendidik, video lucu, atau video yang memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar lebih giat. Ada kalanya Ibu Salsal memutarkan sebuah film sebagai alat pembelajaran sehingga siswa akan berdiskusi setelahnya. Sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam belajar. Untuk topik-topik tertentu, seperti drama, pidato, dan pembacaan puisi, ia mengemasnya dalam satu pembelajaran. Sehingga dalam satu waktu kita telah menguasai tiga materi dengan praktik. Hal-hal seperti itu sudah tergolong biasa disekolah saya. Membuat display, presentasi, dan diskusi telah diterapkan secara penuh dalam pembelajaran. Sehingga budaya mencontek tidak tersentuh oleh siswa-siswa disekolah saya. Dengan perlakuan yang seperti itu siswa menjadi segan untuk mencontek.
                Dalam satu setengah tahun pertama, saya dan teman-teman saya diberikan kurikulum internasional, IGCSE. Kita belajar menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Di lingkungan asrama pun kita, guru dan siswa, menggunakan Bahasa Inggris dalam berbincang. Kecuali pada saat pelajaran Bahasa Indonesia, kita menggunakan Bahasa Indonesia secara penuh. Disana, siswa tidak hanya dibekali dengan ilmu akademik saja. Akan tetapi, softskill seperti berbicara didepan umum, memimpin, dan aktif dalam kegiatan sosial. Ada satu ekstra kurikuler wajib, yaitu Learning to Live, yang harus siswa jalani selama tiga tahun. Pada ekstra kurikuler itu siswa akan melakukan kegiatan sosial seperti mengajar di sekolah dasar (SD), mengunjungi panti jompo, dan lain-lain sesuai dengan minat siswa. Para siswa juga telah dibekali bagaimana cara menjadi seorang pemimpin, dengan mempelajari 7 Habits. Dalam pengaplikasiannya para siswa bisa menerapkannya pada organisasi-organisasi, ekstra kurikuler, dan kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh sekolah maupun siswa.
                Pada satu setengah tahun berikutnya, saya dan teman-teman mempelajari kurikulum nasional, KTSP. Keadaan tak banyak berubah seiring beralihnya kurikulum. Hanya bahasa pengantarnya saja yang berubah dari Bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia. Selama tiga tahun belajar disana saya sebagai seorang siswa bangga menjadi seorang siswa dan merasa beruntung bisa sekolah, apalagi disekolah yang luar biasa hebat. Dari pengalaman guru-guru kami belajar. Walaupun kami angkatan pertama yang lulus dari SMA Negeri Sumatera Selatan (Sampoerna Academy), tetapi kami bangga dengan kelulusan 100% pada UN dan mempunyai teman-teman yang semuanya melanjutkan sekolah diluar negeri, perguruan tinggi negeri, dan beberapa di perguruan tinggi swasta di Indonesia. Pengalaman terbaik yang telah saya alami disana telah mengubah pola pikir saya. Dengan metode yang berbeda, para guru disekolah saya menjadi sesosok malaikat yang mengubah kepompong menjadi kupu-kupu dengan bekal yang cukup untuk melanjutkan kehidupan fase berikutnya. Bu Sal menjadi sosok malaikat yang mampu mengubah kepompong itu menjadi kupu-kupu yang siap berkelana. Sampai kapanpun, jasa seorang guru tak bisa diwakilkan dengan apa-apa kecuali membuatnya bahagia dengan mengaplikasikan ilmu yang telah mereka berikan. Guruku pahlawanku.
Perpisahan Intake 2009

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN

DINAS PENDIDIKAN
SMAN SUMATERA SELATAN (SAMPOERNA ACADEMY) 
Jl. Pangeran Ratu RT.11 RW.08 Kel. 8 Ulu, Kec. Seberang Ulu 1 Palembang 30252




SETELAH MELALUI RANGKAIAN TAHAPAN UJIAN TES MASUK PENERIMAAN SISWA BARU SMAN SUMATERA SELATAN (SAMPOERNA ACADEMY), MULAI DARI TAHAP AWAL UJIAN BERKAS MASUK YANG HAMPIR BERJUMLAH 1000 BERKAS, KEMUDIAN DIIKUTI TAHAP KEDUA DENGAN JUMLAH 200 PESERTA FINALIS. LALU DARI HASIL TES POTENSI AKADEMIK MATEMATIKA DAN BAHASA INGGRIS, INTERVIEW, FOKUS DISKUSI KELOMPOK, DAN KUNJUNGAN RUMAH, MAKA ATAS KERJA KERAS DARI SEGENAP PIHAK TERKAIT (SELURUH STAF DAN GURU SMAN SUMATERA SELATAN (SAMPOERNA ACADEMY), SAMPOERNA FOUNDATION DAN DINAS PENDIDIKAN PROVINSI SUMATERA SELATAN, DENGAN INI KAMI MEMBERITAHUKAN SEBAGAI BERIKUT:

PENGUMUMAN PEMENANG BANTUAN PENDIDIKAN SMAN SUMATERA SELATAN (SAMPOERNA ACADEMY) 2012-2015

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
BERIKUT DAFTAR PARA PEMENANG BANTUAN PENDIDIKAN
SMAN SUMATERA SELATAN (SAMPOERNA ACADEMY) 2012 - 2015:

No. Name Gender Current School DISTRICT


1 NYAYU FITRIA RAMADHONA F SMPN 01 PALEMBANG PALEMBANG
2 ANNISA AMALIA UTAMI F SMPN 1 PALEMBANG PALEMBANG
3 TERRA PRADANA M SMPN 1 PRABUMULIH PRABUMULIH
4 PUTRA ELNANDHA VARZA M SMPN 9 PALEMBANG PALEMBANG
5 DINI MARETHA PUTRI F SMPN 15 PALEMBANG PALEMBANG
6 AHMAD RAMADONI M SMPN 25 PALEMBANG PALEMBANG
7 CINDI PRATIWI F SMPN 1 LAWANG KIDUL KAB MUARA ENIM
8 AGUSTINA SINTA ERLINA F SMPN 1 TALANG KELAPA KAB BANYUASIN
9 RATRI MAULUTI LARASATI F SMPN 1 INDRALAYA KAB OGAN ILIR
10 JERY OCTAVIANUS M SMPN 6 SEKAYU KAB MUBA
11 DWI RAHMA SARI F SMPN 45 PALEMBANG PALEMBANG
12 PUTRY ENDAHSARI F SMP IT RAUDHATUL ULUM INDRALAYA KAB OGAN ILIR
13 LIZA AMALIA MEILINDA F SMPN 1 OKU OKU INDUK
14 OLIVIA WISEPTI PRATAMA F SMPN 2 LAHAT KAB LAHAT
15 SULTAN MALIK GUMAY M SMPN 15 PALEMBANG PALEMBANG
16 NYAYU KHAIRUNNISA F SMPN 7 PALEMBANG PALEMBANG
17 ESA FANDAWA M SMPN 1 MARTAPURA KAB OKU TIMUR
18 IVON TRIANI F SMPN 15 PALEMBANG PALEMBANG
19 JULIAH UTAMI F SMPN 1 PALEMBANG PALEMBANG
20 ARIZA RIO BESTADO M SMPN 1 BUAY MADANG TIMUR KAB OKU TIMUR
21 MUHAMMAD FIRMAN WAHYUDI M SMPN MEGANG SAKTI KAB MUSI RAWAS
22 BERRI DWI PUTRA M SMPN 3 MUARA ENIM KAB MUARA ENIM
23 EDI WIJAYA M SMPN 52 PALEMBANG PALEMBANG
24 NADYA ANGGRAINI F SMPN 6 SEKAYU KAB MUBA
25 DYAH AYU PITALOKA F SMPN 1 SEKAYU KAB MUBA
26 SARI PURNAMA HIJAH F SMPN 1 LAWANG KIDUL KAB MUARA ENIM
27 FIRHAN HIDAYAT M SMPN 24 PALEMBANG PALEMBANG
28 KGS M REZA GIOVANY RA M SMPN 5 PRABUMULIH PRABUMULIH
29 AXEL NATHANIEL M SMPN 1 TEBING TINGGI KAB EMPAT LAWANG
30 MUHAMMAD NAUFAL AFAF M SMPN 1 PAGARALAM PAGARALAM
31 AUDHRIE FERNANDA F SMPN 11 PALEMBANG PALEMBANG
32 SEPTIANA F SMPN 11 PALEMBANG PALEMBANG
33 AKHMAD ILHAM M SMPN 24 PALEMBANG PALEMBANG
34 VIRGIAN RIZKY AL GHAZALI M SMPN 1 PALEMBANG PALEMBANG
35 NADYA PUSPITASARI F SMPN 42 PALEMBANG PALEMBANG
36 M.RIZANI IHSAN M SMPN 6 SEKAYU KAB MUBA
37 NATASZA ASTARI PUTRI F SMPN 2 MARTAPURA OKU TIMUR OKU TIMUR
38 MEIRANI KHAIRUNNISA F SMPN 1 LUBUK LINGGAU LUBUK LINGGAU
39 ADE IRMA JUWITA F SMP XAVERIUS PAGARALAM PAGARALAM
40 MUHAMMAD RIO SUBADRINO M SMPN 12 PALEMBANG PALEMBANG
41 MAMLUATUL LAILIYAH F MTS PONDOK PESANTREN MUQIMUS SUNNAH KAB BANYUASIN
42 APRILIANA MADYA F SMPN 2 LAHAT LAHAT
43 AZWAR HIDAYAT M SMPN 33 PALEMBANG PALEMBANG
44 AGUNG PRATAMA M SMPN 40 PALEMBANG PALEMBANG
45 ATHIYAH F SMPN 2 OKU OKU INDUK
46 MONICA F SMPN 1 MUARA ENIM KAB MUARA ENIM
47 MEGA SAKTIA F SMPN MEGANG SAKTI KAB MUSI RAWAS
48 RIZKHY DIAH LESTARI F SMPN 10 PALEMBANG PALEMBANG
49 AFIQ HIDAYATULLAH M MTSN MUARA ENIM KAB MUARA ENIM
50 INTAN PERMATA SARI F SMPN 1 BELITANG KAB OKU TIMUR
51 PUTRI ASIA F SMPN 1 LAHAT LAHAT
52 RISKA DWI PUTRI F SMPN 1 TANJUNG RAJA KAB OGAN ILIR
53 VERA TIARA FATRIANA F SMPN 1 LAWANG KIDUL KAB MUARA ENIM
54 ZULKARNAIN M SMPN 1 KAYUAGUNG KAB OKI
55 GUSTIRA DITA F SMPN 1 PAGARALAM PAGARALAM
56 MIFTAHUL JANNAH F SMPN 1 INDRALAYA KAB OGAN ILIR
57 RIDWAN M SMPN 42 PALEMBANG PALEMBANG
58 AGUNG HABIBIE M SMPN 14 PALEMBANG PALEMBANG
59 IKROM MAULANA M SMPN 8 PALEMBANG PALEMBANG
60 RARAS DIVA PRADIPTA F SMPN 1 PALEMBANG PALEMBANG
61 WENNY FATIKA SARI F SMPN 37 PALEMBANG PALEMBANG
62 ANANDA NICHOLA M SMPN 8 PALEMBANG PALEMBANG
63 RAGIL M SMP YPI TUNAS BANGSA PALEMBANG PALEMBANG
64 NINDA PUSPITA HAYUNING RUPI F SMPN 1 MUARA DUA KAB OKU SELATAN
65 SITI ATARFA RAHMIDA F SMPN 1 MUARA ENIM KAB MUARA ENIM
66 APRILLIAN TSALATSA M SMP YSP PUSRI PALEMBANG PALEMBANG
67 M.HIRZI HADYANTO M SMPN 1 LAWANG KIDUL KAB MUARA ENIM
68 MUHAMMAD DHEO ALVIANSYAH M SMPN 15 PALEMBANG PALEMBANG
69 RIMA ASTRIN F SMPN 1 TANJUNG RAJA KAB OGAN ILIR
70 WILLY EKA PRAMANA M SMPN 6 KAYU AGUNG KAB OKI
71 AGUNG WAHYUDI SYAHPUTRA M SMPN 22 PALEMBANG PALEMBANG
72 FAJRI RAIZAL KURNIAWAN M SMPN 1 MUARADUA KAB OKU SELATAN
73 PRIAMBOGO M SMPN 6 SEKAYU KAB MUBA
74 ERICK SETIYAWAN M SMPN L SIDOHARJO KAB MUSI RAWAS
75 MUHAMMAD ARIEF BILLAH M SMPN 30 PALEMBANG PALEMBANG
76 JUNITA SARI F SMP YPI TUNAS BANGSA PALEMBANG PALEMBANG
77 WESI LESTARI F SMPN 7 PALEMBANG PALEMBANG
78 LIA SURYANI F SMPN O MANGUNHARJO KAB MUSI RAWAS
79 MUHAMMAD ALFAJRI RAMADHAN M SMPN 8 PALEMBANG PALEMBANG
80 KIKI RESKI AMALIA F MTSN 2 MODEL PALEMBANG PALEMBANG
81 TYAS YOLAN SAFITRI F SMPN 7 PALEMBANG PALEMBANG
82 ALDI HERBANU M SMPN 5 PALEMBANG PALEMBANG
83 DWI WAHYUNI F SMPN 7 PALEMBANG PALEMBANG
84 MALDA DIAN PUTRI F SMPN 2 LAHAT LAHAT
85 ROJIYAH LIZA F SMPN 1 LAHAT LAHAT
86 CHELINKA RAFIESTA SAHARA F SMPN O MANGUNHARJO KAB MUSI RAWAS
87 ARIF RAHMAN JAYA M SMPN 1 LINTANG KANAN KAB EMPAT LAWANG
88 REZKY MARDANI M SMPN 1 PAMPANGAN KAB OKI
89 SITI NUR'AINI F MTSN 1 PALEMBANG PALEMBANG
90 INDRI AMRINA ROSSADA F SMPN 7 PALEMBANG PALEMBANG
91 ANGGI ADE PRATAMA M SMPN H WUKIRSARI TUGU MULYO KAB MUSI RAWAS
92 DINI ISMAWATI F SMPN O MANGUNHARJO KAB MUSI RAWAS
93 MUHAMMAD JAKA SURYA M SMPN 1 PAGARALAM PAGARALAM
94 ONGKI OLAN PUTRA M SMPN 1 PAJAR BULAN KAB LAHAT
95 M.APRIZAL SAPUTRA M MTSN 2 MODEL PALEMBANG PALEMBANG

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG.
BAGI YANG BELUM BERHASIL, DIHARAPKAN TIDAK TERAMAT KECEWA. TUHAN MUNGKIN MEMILIKI RENCANA LAIN UNTUK KALIAN. TERUSLAH BERUSAHA MENCAPAI CITA-CITA.

KEPUTUSAN PANITIA TIDAK DAPAT DIGANGGU GUGAT.

BAGI SISWA YANG NAMANYA TERTERA DIATAS, AGAR SEGERA MELAKUKAN PENDAFTARAN ULANG. FORMAT PENDAFTARAN ULANG AKAN KAMI UPLOAD DI WEBSITE KAMI smansumsel-sa.sch.id Senin, tanggal 21 Mei 2012. Setelah format pendaftarannya diisi lengkap ditanda tangani dan disertai materai Rp. 6000,- agar dikirimkan melalui fax sekolah (Nomor fax akan dicantumkan di website SMAN Sumatera Selatan (SAMPOERNA ACADEMY).

ATAS PERHATIAN DAN KERJASAMANYA YANG BAIK, KAMI UCAPKAN TERIMAKASIH.


Palembang, 16 Mei 2012
Kurniawati
Panitia Penerimaan Siswa Baru
SMAN Sumatera Selatan
(SAMPOERNA ACADEMY)
2012-2015

Source :  smansumsel-sa.sch.id 


Saat ini, dunia teknik sudah semakin berkembang, selain juga memang semakin banyak dibutuhkan para insinyur atas kemajuan zaman, juga karena kini masyarakat sudah mulai mengenal dunia edukasi dalam hal ini yang lebih khususnya dunia teknik. Ya salah satunya, dunia pertambangan dan perminyakan, yang saat ini semakin marak diminati karena banyaknya eksplorasi dan pengembangan hasil bumi yang tidak bisa diperbaharui ini. Tapi tahukah anda, meski masih dalam satu lingkup, mengapa kedua keilmuan ini di pisah pendidikannya, bahkan sampai di buat konsentrasi program studi yang berlainan?
Ya, dari tujuannya sendiri, ternyata sudah sangat jauh berbeda, Teknik Pertambangan adalah suatu disiplin ilmu keteknikan/rekayasa yang mempelajari tentang bahan galian/sumberdaya mineral, minyak, gas bumi, dan batubara mulai dari penyelidikan umum (propeksi), eksplorasi, penambangan (eksploitasi), pengolahan, pemurnian, pengangkutan, sampai ke pemasaran sehingga dapat dimanfaatkan oleh manusia. Kerekayasaan dalam Teknik Pertambangan mencakup perancangan, eksplorasi (menemukan dan menganalisis kelayakan tambang), metode eksploitasi, Teknik Pertambangan (menentukan teknik penggalian, perencanaan dan pengontrolannya) dan pengolahan bahan tambang yang berwawasan lingkungan. Dalam Teknik Pertambangan, pendidikan ditekankan pada kemampuan analisis maupun praktis (terapan) untuk tujuan penelitian maupun aplikasi praktis. Sedangkan Teknik Perminyakan adalah bidang ilmu teknik yang mempelajari bagaimana terbentuknya minyak dan gas bumi di dalam perut bumi, dan mencari tahu berapa banyak jumlah cadangan yang ada untuk selanjutnya dapat diambil dan diproduksi dalam bentuk crude oil ataupun gas alam. Dengan semakin berkembangnya industri energi, maka panas bumi juga termasuk di dalam lingkup Teknik Perminyakan.
Selanjutnya perbedaannya juga terdapat pada, bahan studinya, dimana Teknik Pertambangan berkutat pada studi bahan mineral berbentuk padat.  Seperti Batubara, tembaga, emas, perak, uranium, pokoknya asal masih padat, masuk dalam wilayah pertambangan. Sedangkan Teknik Perminyakan mencakup minyak bumi dan gas alias bahan tambang berbentuk non padat.Kedua bidang ilmu ini dibedakan karena perbedaan karakteristik dari padat dan zat non padat itu sendiri.
Selain itu, perbedaan keduanya juga terdapat pada, ilmu terapanya, dimana teknik pertambangan itu terkonsenterasi opsi jalur pilihan, yakni Tambang Eksplorasi dan Tambang Umum. Pada tambang eksplorasi, pendidikan yang diberikan bersifat komprehensif dalam segala aspek dari kegiatan eksplorasi penambangan. Sedangkan pada tambang umum, bidang kajian mencakup sebagian aktivitas tahap pra penambangan, yaitu berkaitan dengan pemilihan metode penambangan dan kebutuhan fasilitas/sarana dan prasarana, design & engineering, developing, serta aktivitas tahap penambangan (pemberaian, pemuatan, pengangkutan dan pengendalian biaya). Keempat komponen aktivitas utama pada jalur tambang umum ditunjang oleh berbagai aktivitas yaitu pemetaan, kestabilan penggalian, perancangan dan rekayasa, pelayanan, energi, perawatan, kesehatan dan keselamatan kerja, ventilasi, pengendalian air dan reklamasi, serta pemahaman geologi, mineralogi, mineral deposit, mineral processing dan marketing. Sedangkan Ilmu terapan yang dipelajari dalam Teknik Perminyakan adalah ilmu mengenai ekstraksi (eksplorasi dan eksploitasi) minyak, gas bumi, dan juga panas bumi dari berbagai sisi yaitu sisi reservoir, penilaian formasi, pemboran, produksi, dan juga pengolahan sampai masalah ekonomi perminyakan. Selain itu juga dipelajari tentang aplikasi prinsip-prinsip ilmu teknik, manajemen, dan ekonomi dalam perencanaan, produksi, serta transportasi sumber daya alam (minyak dan gas bumi).
Dan terakhir, dari prospek kerjanya sendiri, lulusan teknik pertambangan sangat dibutukan di :
1.   Pemerintahan (Departemen Pertambangan dan Energi, Departemen Dalam Negeri, Departemen Perdagangan, Perbankan, Departemen Perindustrian, dan sebagainya)
2.   Badan Usaha Milik Negara (BUMN) (Pertamina, Perum Gas Negara, PLN, PT. Timah, dll)
3.   Perusahaan swasta (Persero batubara, PT. Aneka Tambang, Mobil Oil, UNION OIL Indonesia, PT. INCO, PT. Semen Tonasa, PT. Bosowa Mining, PT. Hemako, PT. Freeport, PT. Berau Coal, PT. Tambang Aspal Butonb KODECO dan sebagainya)
4.   Wiraswasta (Lulusan Teknik Pertambangan dapat berwiraswasta dalam perusahaan pemboran air tanah, minyak dan gas bumi)
5.   Akademisi dan Lembaga Penelitian (dosen pada peguruan tinggi negeri maupun swasta, LIPI, BPPT, dll)
Sedangkan prospek Lulusan Teknik Perminyakan dapat bekerja di berbagai bidang juga antara lain adalah :
1.   Bidang Perminyakan (Pertamina, Conoco Phillips, VICO Indonesia, Exxon Mobil, Chevron Pasific Indonesia, Total Indoensia, Sclumberger, Medco Energy, dll)
2.   Bidang pemerintahan dan lembaga penelitian (Departemen Pertambangan dan Energi, Ditjen. Minyak dan Gas Bumi, Ditjen. Geologi dan Sumber Daya Mineral, BP Migas, dll. Pada lembaga penelitian, lulusan teknik perminyakan dapat bekerja di LIPI, Lemigas, BPPT, dll
3.   Perusahaan pengadaaan barang penunjang industri perminyakan dan pertambangan
4.   Akademisi (dosen atau peneliti di perguruan tinggi negeri maupun swasta)
5.   Lain-lain (Bank, perusahaan asuransi (pemerintah/swasta), dan wiraswasta)

Source : Infoedukasi.net

Sahabatku…

Tahu nggak?
Bahwa sebenarnya hp yang anda punya memiliki FITUR TERSEMBUNYI yang belum anda ketahui sebelumnya. Bahkan Fitur Rahasia ini tidak tertulis di Dos Book Hape anda sendiri.
lho kok di Rahasiakan?
Yaah untuk menjaga Rahasia Pabrik tentunya, sebab jika Fitur Rahasia ini di ketahui oleh umum, maka akan mengakibatkan tidak lakunya Produk Lain, dan akan merusak keseimbangan Pasar di Dunia.

Tapi ini Internet, dimana Fiksi bisa menjadi Fakta
Sekarang lihat hape anda masing-masing, lihat ujung atasnya tepat di sebelah atas layar.
Keras bukan?
Yup… itu adalah salah satu Fitur Tersembunyinya
  1. PEMECAH BIJI KENARI
* Hape anda bisa Menggantikan keberadaan Palu

2. Lagi enak jalan jalan… eeeh.. ada anjing lewat ngajak berantem.
  • Hape anda bisa Menggantikan keberaddan batu xD (Biar tahu rasanya di lempar hape =))
                   
 3. Dompet Rahasia.

  • Hape anda bisa Menggantikan keberadaan dompet



4. Kaca pembesar

  • Gak usah beli LUP lagi kalo kayak gini xD

Nah bagi sobat ketawa  yang hapenya Lipat, Fiturnya lebih Dasyhat lagi… mau tahu?

  1. Penjepit Baju paling trendy

  • kalau gini yang di curi maling jemuran bukan baju lagi xD


2.Banyak tikus di rumah?

  • Hahaha gak tau deh……
3. Eike mau ngaca dulu yah booo ~~~~

JANGAN LIAT MULUTNYA YAAA.. :D


4. Pembatas Buku ?





5. Multi Fungsi merangkap jadi tempat sabun

Weladalah….. xD


6. Bisa buat Ketapel juga lhoo……


Tuh kan… 
Ternyata hape kita Fitur Rahasianya banyak banget bukan...

Tapi Jika Anda tak cukup Waras, maka demi kebaikan Hp anda lebih baik jangan menggunakan Tips ini
Ha ha ha ha ....



Sebagian orang percaya bahwa langit itu berlapis tujuh. Ini ada kaitannya dengan tujuh benda langit yang memiliki jarak yang berbeda. Maksudnya benda yang lebih cepat jaraknya dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu akan digambarkan seolah-olah benda-benda tersebut berada pada lapisan langit yang berbeda-beda dan mereka mengelilingi bumi yang berada di tengah-tengah. Di langit pertama ada Bulan, benda langit yang bergerak cepat sehingga di anggap paling dekat. Langit yang kedua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) ditempat ketiga. Kemudian Matahari di posisi empat. Dilangit kelima adalah Mars (bintang Marikh) langit ke enam adalah Jupiter (bintang musytari) dan yang ketujuh adalah Saturnus (bintang Ziarah). Inilah keyakinan lama yang menganggap Bumi sebagai pusat semesta.
Orang-orang dahulu (khususnya Romawi dan Yunani) juga percaya bahwa ketujuh benda langit itu adalah dewa-dewa yang memengaruhi kehidupan di Bumi. Pengaruh-nya bergantian dari jam ke jam, dengan urutan mulai dari yang terjauh (menurut pengetahuan mereka) yaitu Saturnus, sampai yang terdekat yakni Bulan. Pada jam 00.00, Saturnus-lah yang dianggap berpengaruh pada kehidupan manusia. Karena itu, hari pertama disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris, atau Sabtu dalam bahasa Indonesia. Ternyata, jika kita menghitung hari sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1, memang jatuh pada hari Sabtu.
Bila diurut selama 24 jam, jam 00.00 berikut-nya jatuh pada Matahari. Jadi-lah hari itu sebagai hari Matahari (Sunday). Setelah Sun’s day adalah Moon’s day (Monday). Hari berikut-nya adalah Tiw’s day (Tuesday). Tiw adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Mars (dewa perang Romawi kuno). Berikut-nya adalah Woden’s day (Wednesday). Woden adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Merkurius (dewa perdagangan Romawi kuno). Berikut-nya lagi Thor’s day (Thursday). Thor adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewa Jupiter (dewa Petir, raja para dewa Romawi). Terakhir adalah Freyja’s day (Friday). Freyja adalah nama Anglo-Saxon untuk Dewi Venus (dewi kecantikan Rowawi kuno).
Jumlah hari yang ada tujuh itu, dalam bahasa Arab, nama-nama hari-nya disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, sampai tujuh, yakni ahad, itsnain, tsalatsa, arba’a, khamsah, sitta dan sab’a. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini, sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at dan Sabtu. 

Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis, Dominggo, yang berarti hari Tuhan. Ini berdasar-kan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi, orang Islam tidak mempercayai hal itu (berbeda agama maka beda pula cerita yang dicerita-kan agama masing-masing), sehingga lebih menyukai pemakaian “Ahad” daripada “Minggu”.

Kaskus


Use the following list of comparisons to determine if you are a winner or not. Remember, sometimes it takes losing at things to determine how to achieve successful results. Winners know how to assess current reality relative to their goals, and how to adjust their actions to take winning steps to those goals.
Winners aim to achieve success.
Losers aim to avoid failure.

Winners aim for honest personal and business results.
Losers aim for personal kudos and ego gratification only.

Winners develop themselves by helping others to succeed.
Losers criticize others to make themselves feel better.

Winners talk solutions and take action.
Losers talk problems and do nothing.

Winners work based on priorities and successful actions.
Losers never have time for things they’d rather not do.

Winners know that failure is only deferred success.
Losers think success is only deferred failure.

Winners conquer their own fears of failure and their learned limitations.
Losers quit when the going gets tough, usually to avoid failure and take the easy way out.

Winners make an effort to take control of their lives.
Losers rely on luck and live in hope or for expectations of charity.

Winners have directions, goals, and real successes.
Losers have hopes, wishes, and unfulfilled dreams.

Winners look for the truth and reality in every situation.
Losers let their feelings and other people’s opinions influence their decisions.

Winners create values (products, services, and art).
Losers simply enjoy stuff and never produce anything of value for themselves or others.

Being a winner requires work.
Losing requires little to no effort at all.

The Winner thinks, “I’m good, but not as good I should or could be.”
The Loser thinks, “I’m not as bad as some of the others.”

The Winner makes commitment
The Loser makes promises

The Winner focuses the gain
The Loser focuses  the pain

The Winner is like a thermostat
The Loser is like a thermometer

The Winner makes it happen
The Loser let it happen


Join Us!

Taf. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Open Cbox

Popular Posts

Blog Archive