The Best Will Be...

Keberhasilan adalah tantangan yang baru saja dimulai...

Cool na? :) Now Learn How to create one by Clicking here


Search

          Tadi Ane jalan-jalan ke rumah sebelah gan, disuruh mampir sama om gugel. Disana Ane dapet ilmu dikit gan. Ane bakal bagi-bagi dikit ama agan lah, ilmunya tentang kesehatan gan. Ane bakal bagi-bagi cerita tentang warna feses  nih gan. Tenang, with no picture kok gan haha.

          Ane iseng cari dan dapet beberapa jenis warna feses dan artinya gan. Berikut beberapa warna feses dan artinya gan:

1.  Warna Merah
          Jika feses mengandung darah maka ia akan berwarna merah. Biasanya karena ada pendarahan pada rektum gan motifnya cuma garis-garis gitu, nggak menyeluruh merah. Tapi kalo merahnya menyeluruh kemungkinan gara-gara makanan yang agan konsumsi gan.

2. Warna Pucat
          Nah ini gan, kalo agan lagi sakit pasti pucat ya gak? Dari yang ane baca gan, feses agan berwarna pucat kalo kantong empedu agan bermasalah atau ada infeksi pada hati agan, bukan patah hati ya gan, maka feses yang keluar akan berwarna pucat atau putih. Hati-hati loh gan.

3. Warna Hijau
          Kalo yang ini jangan khawatir gan, ini karena agan banyak makan sayuran-sayuran ijo gan kayak bayem, sayuran yang ijo gelep gitu gan. TAPI, kalo agan sebelumnya nggak makan sayuran-sayuran ijo gelep itu yang bahaya gan karena feses agan diwarnai oleh pewarna biru atau ijo dari makanan atau minuman yang agan konsumsi. Jadi hati-hati lagi gan kalo milih makanan dan minuman.
          Yang ane tau gan itu karena makanan yg agan makan terlalu cepat melewati usus besar gan. Jadi, nggak ngalamin yang namanya proses pencernaan sempurna, gitu gan.

4. Warna Hitam
          Kalo feses agan berwarna hitam atau gelap, itu biasanya karena pengaruh obat ataupun makanan yang agan konsumsi gan. Mengonsumsi licorice (sejenis tumbuhan yang dikenal dengan akar manis), mengonsumsi suplemen penambah zat besi atau obat yang mengandung bismuth bisa membuat feses agan berwarna hitam.

5. Warna Kuning Kecoklatan
          Feses agan berwarna ini? Hati-hati gan, berwarna kuning adalah normal. Ya kali gan gak sehat mau warna apa lagi? Si doi berwana ini karena ada zat bilirubin yang berwarna kuning-kuning gitu gan. Nah, pas bilirubin ketemu sama zat besi dari usus  maka si doi berubah warna jadi kuning-coklat gitu gan.

          Nah gan, kalo perubahan warna pada feses agan ini terjadi dalam waktu yang lama dan masih saja muncul meskipun nggak mengonsumsi makanan tersebut lagi, cepet-cepet ke dokter gan kali aja ada infeksi di pencernaan agan.

Let's keep our body healthy gan karena kata tetangga sebelah kesehatan itu mahal gan.


Sumber: health.detik.com dan google.com

Download the file before proving that you are really genius




Sumber : google.com

           Sholat Idul Fitri adalah sholat yang dilaksanakan pada pagi hari pada 1 Syawal. Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa sholat ini adalah sholat wajib, karena Rasulullah sendiri melaksanakannya secara rutin dan berdasarkan penafsiran dari beberapa dalil, dan beberapa lagi menyatakan hukumnya  adalah sunnah muakkad, apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan apabila tidak dilaksanakan tidak berdosa.

Kesunahan di Hari Raya

Kesunahan yang dapat dilakukan pada saat hari raya adalah:
1. Melantunkan takbir
Kesunahan ini dimulai sejak terbenamnya matahari hari raya Idul Fitri dan berakhir ketika imam memulai shalat ‘Id.

Catatan:
a. Takbir yang disunahkan pada setiap selesai shalat disebut takbir muqayyad.
b. Takbir yang disunahkan tidak pada setiap shalat disebut takbir mursal.
Adapun bacaan takbir yang dimaksud adalah:


اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، لاَ اِلٰهَ اِلاَّ اللهُ، وَاللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ وَ ِللهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ كبيراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْراً، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهْ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَِللهِ الْحَمْدُ.


2. Mandi dengan niat untuk melaksanakan shalat hari raya:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالٰى.


3. Berangkat pagi-pagi, kecuali bagi imam disunahkan berangkat ketika shalat hendak dilaksanakan.

4. Berhias diri dengan memakai parfum, pakaian yang bagus, memotong kuku, serta menghilangkan bau yang tidak sedap.

5. Menempuh jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.

6. Makan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat ‘Idul Fitri, sedangkan pada ‘Idul Adha, sunah melakukan shalat terlebih dahulu.

7. Tahniah (ungkapan suka cita) atas datangnya hari raya disertai dengan berjabat tangan. Seperti lafadh:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْك

8. Menjawab ucapan suka cita (tahni’ah) dengan bacaan:

تَقَبَّلَ اللهُ مِنْكُمْ، أَحْيَاكُمُ اللهُ ِلأَمْثَالِهِ، كُلَّ عَامٍ وَأَنْتُمْ بِخَيْرٍ.


Tata Cara Pelaksanaan Shalat dan Khutbah Hari Raya Idul Fitri

1. Ketika imam sampai di masjid, muraqi segera berdiri untuk memberi aba-aba dimulainya shalat, yakni dengan lafadh:

صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيْدِ اْلفِطْرِرَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ.

2. Imam segera menuju mihrab (tempat imam), lalu niat shalat disertai takbiratul ihram. Niatnya adalah:

أُصَلِّيْ سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِِ ِللهِ تَعَالٰى.

3. Setelah takbiratul ihram, dilanjutkan membaca do’a iftitah, kemudian melakukan takbir sebanyak tujuh kali pada raka’at pertama, dan lima kali pada raka’at kedua. Lalu, membaca tasbih di sela-sela takbir:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

4. Setelah selesai melakukan takbir ketujuh, dilanjutkan membaca ta’awwudz, surat Al Fatihah dan surat-surat yang disunahkan; seperti surat Qaf atau Al A’la pada raka’at pertama, dan surat Al Qamar atau surat Al Ghasyiyah pada raka’at kedua.

5. Selesai melaksanakan shalat, muraqi segera berdiri untuk memberi aba-aba dimulainya khutbah, disusul dengan membaca shalawat sambil menyerahkan tongkat. Redaksinya semisal:


مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، إِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذاَ، يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ، وَيَوْمُ السُّرُوْرِ، وَيَوْمُ الْمَغْفُوْر، يَوْمُ أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، إِذَا صَعِدَ الْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَرِ، أَنْصِتُوْا أَثَابَكُمُ اللهُ، وَاسْمَعُوْا أَجَارَكُمُ اللهُ، وَأَطِيْعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ. اللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، اللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَناَ مُحَمَّدٍ، اللّـٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.


6. Setelah itu, khotib menuju mimbar khutbah.

7. Kemudian muraqi membaca do’a:


اَللّـٰهُمَّ قَوِّ اْلإِسْـلاَمَ، مِنَ الْمُسْـلِمِيْنَ وَالْمُسْـلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنِ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَيَسِّرْهُمْ عَلىٰ إِقَامَةِ الدِّيْنِ، وَاخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ، وَيَاخَيْرَ النَّاصِرِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.


8. Selesai do’a, khotib mengucapkan salam kemudian duduk.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

9. Lalu, muraqi membaca takbir sebanyak tiga kali:

3x (اَللهُ أَكْبَرْ، اَللهُ أَكْبَرْ، اَللهُ أََكْبَرْ، لآَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ، اَللهُ أَكْبَرْ وَ ِللهِ الْحَمْد)

10. Kemudian, khotib melaksanakan khutbah pertama. Selesai khutbah, khotib duduk sejenak, disusul muraqi membaca shalawat:

اَللّـٰهُمَّ صَلِّ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

11. Selesai duduk, khotib melanjutkan dengan khutbah kedua sampai selesai.



Sumber: http://el.ibbien.com/index.php/kajian-fiqh/215-tata-cara-shalat-hari-raya-idul-fitri-dan-idul-adha-

Join Us!

Taf. Powered by Blogger.

Total Pageviews

Open Cbox

Popular Posts

Blog Archive